Kamis, 13 Juni 2013

Seniman yang mengalami Skizofrenia

``Apakah Anda tahu bahwa hampir semua seniman jenius itu sinting??``



Mereka menjadi sangat kreativ, karena sakit jiwa. Rupanya jenius & sinting itu merupakan satu sifat bergandengan yg tidak bisa dipisahkan satu dgn yg lain, Gila belum tentu Jenius, tetapi Orang Jenius pasti Gila ! Pernyataan diatas ini bukan hanya sekedar celotehan belaka, melainkan berdasarkan hasil penelitian dari Helen Keenoo dan Dr Daniel Nettle dosen psikologi dari University of Newcastle England yg dipublikaskan di majalah “Proceedings of the Royal Society B” edisi 30.November 2005.

Kesimpulan ini mereka dapatkan setelah mengadakan Jajak Pendapat terhadap 425 responden, yang terdiri dari para seniman profesionel, maupun non seniman dari semua golongan dan lapisan masyarakat. Menurut mereka hampir semua seniman2 itu mengidap penyakit jiwa Schizophrenia, hal inilah yg antara lain membuat mereka menjadi sangat kreativ.

Teori bahwa penderita schizophrenia itu memiliki krativitas yg tinggi, ini sudah dibuktikan 50 th yg lampau oleh Psikiater Leo Navratil, Dr dari rumah sakit jiwa Maria Gugging – Austria, bahkan untuk itu ia telah mendirikan galerie khusus untuk para seniman sinting yg diberi nama ?Haus der Küntsler” (Rumah Seniman) dan s/d
saat ini masih dibuka. Bagi yg berhasrat untuk memiliki koleksi lukisan dari orang2 sinting bisa berkujung kesana.

Schizophrenia adalah nama yg diberikan kepada sekumpulan penyakit jiwa dimana terdapat gangguan dalam perasaan, pemikiran dan tingkah-laku seseorang itu dan apabila Anda merasa sering mendapatkan wangsit atau mendengar suara dari makhluk halus ato dlm bhs kerennya disebut ?halusinasi” umpamanya merasa se-akan akan mendengar suara atau melihat sesuatu yg tidak kedengaran atau kelihatan oleh orang lain,
maka Anda akan didiagnosis sebagai schizophrenia. Berdasarkan laporan dari WHO diperkirakan satu dari seratus orang penduduk di dunia ini menderita schizophrenia, berarti lebih dari dua juta orang Indonesia penderita schizophrenia.

Disamping itu telah terbuktikan pula bahwa para seniman tsb, selainnya gendheng juga sexmaniac, sebab hampir semua seniman kondang pada umumnya mempunyai kharisma dan daya pikat yg luar biasa terhadap kaum perempuan.

Lihat saja pelukis Paul Gauguin (1848 – 1903) yg memiliki hobby memiliki pendamping daun muda ,gadis pendampingnya kebanyakan masih muda belia 14 th.

Atau Pablo Ruiz Picasso (1881 ? 1973) di mana ia menjadikan wanita sebagai sumber inspirasinya. Konon, setiap wanita memberikan inspirasi berbeda baginya. Misalnya dari kekasihnya, Marie-Terese Walter, ia menghasilkan karya La Reve (mimpi) yang laku terjual 48.402.500 dolar AS. Dari kekasihnya yang lain, Eva Gouel, terlahir lukisan Femme Assise Dans Un Fauteuil.. Tak heran jika Picasso sampai dijuluki Don Juan (playboy). Selain berganti-ganti kekasih, ia juga telah menikah beberapa kali.

Sir Charles Spencer Chaplin (1889 ? 1977) yg lebih dikenal sebagai Charlie Caplin ia juga beken dgn perselingkuhannya dan sdh kawin ber-kali2 terakhir menikah pada saat ia berusia 54 tahun sedangkan istrinya Oona pada saat tsb ia baru berusia 18 th.

Begitu juga para pujangga kondang lainnya, mulai dari pujangga besar Jerman Johann Wolfgang von Goethe s/d Ernest Hemingways semuanya memiliki hobby yg sama ialah: Perempuan.

Dan ini bukan hanya berlaku di luar negeri saja, lihat saja pelukis Basuki Abdullah , ia telah tiga kali menikah sebelumnya bertemu dengan seorang gadis Thai istri keempatnya. Tiga pernikahan pertamanya kandas. Kisah pertemuannya dengan gadis Thai dimulai dari juri lomba ratu kecantikan tahun 1967. Gadis itu Nataya Nareerat, istri keempatnya yang terpaut 30 tahun.

Contoh lainnya W.S. Rendra  Si Burung Merak, ayah 11 anak dari tiga istri itu; Sunarti (almarhum), Sitoresmi (cerai), Ken Zuraida (pendamping setia).
Pelukis Sapto Hudoyo ayah dari 10 putera dari dua istri. Penari Bagong Kussudiardja maupun pelukis Afandi; mereka menikah lebih dari satu kali.

Daud tidak bisa dipungkiri merupakan eyangnya playboy yg dibakukan dlm Alkitab. Istri resminya saja yg diketahui minimum delapan orang, belum yg tidak resmi maupun gundiknya, maka dari itu tidaklah salah apabila kita menilai, bahwa sex itu bisa memicu kreativitasnya seseorang. Lihat saja dari 150 puisi dlm Kitab Mazmur, hampir setengahnya atau tepatnya 73 puisi adalah hasil karyanya Daud.

Raja Salomo memiliki 700 orang istri dan 300 orang gundik. Ia itu adalah seorang jenius yg sangat kreativ terutama dalam bidang sastra rupanya dari istri2nya inilah ia mendapatkan inspirasi untuk menulis. Ini terbuktikan dimana ia diakui bukan hanya sekedar sebagai penulis kitab Amsal saja bahkan ia telah mengubah ribuan puisi maupun nyanyian sehingga ia mendapat julukan sebagai orang bijak yg paling utama. Puisi cinta yg paling indah sepanjang masa adalah Kidung Agung hasil karya dari Salomo, sehingga dinobatkan sebagai puisi “Song of the Songs”, tetapi dilain pihak tidak bisa dipungkiri, bahwa puisi ini adalah puisi porno yg dibakukan dlm Alkitab.
Jadi kesimpulannya semakin kreativ seorang seniman, berarti semakin sinting pula diri orang tsb atau semakin berat pula gejala penyakit Schizophrenia yg di idapnya, disamping itu terbuktikan pula seniman yg kreativ itu pada umumnya adalah seorang playboy entah ia itu seorang pelukis ataupun penulis.


SKIZOFRENIA




Skizofrenia  adalah gangguan kejiwaan dan kondisi medis yang mempengaruhi fungsi otak manusia, mempengaruhi fungsi normalkognitif, emosional dan tingkah laku.Ia adalah gangguan jiwa psikotik paling lazim dengan ciri hilangnya perasaan afektif atau respons emosional dan menarik diri dari hubungan antarpribadi normal. Sering kali diikuti dengan delusi (keyakinan yang salah) danhalusinasi (persepsi tanpa ada rangsang pancaindra).

Jenis Skizofrenia

Berikut ini beberapa Jenis dari Skizofrenia :

S  Paranoid Skizofrenia 

Jenis skizofrenia dimana penderitanya mengalami bayangan dan khayalan tentang kontrol dari orang lain dan juga kesombongan yang berdasarkan kepercayaan bahwa penderita itu lebih mampu dan lebih hebat dari orang lain.

S  Skizofrenia Tidak Teratur 

Jenis skizofrenia yang sifatnya ditandai terutama oleh gangguan dan kelainan di pikiran. Seseorang yang menderita skizofrenia sering menunjukkan tanda tanda emosi dan eksspressi yang tidak esuai untuk keadaan nya. Halusinasi dan khayalan adalah gejala gejala yang sering dialami untuk orang yang mederita skizofrenia jenis ini.

S  Katatonia Skizofrenia 

Jenis skizofrenia yang ditandai dengan berbagai gangguan motorik, termasuk kegembiraan ekstrim dan pingsan. orang yang menderita bentuk skizofrenia ini akan menampilkan gejala negatif: postur katatonik dan fleksibilitas seperti lilin yang bisa di pertahankan dalam turun waktu yang panjang.

S  Dibedakan Skizofrenia 

Jenis skizofrenia dimana penderita penyakitnya memiliki delusi, halusinasi dan perilaku tidak teratur tetapi tidak memenuhi kriteria untuk skizofrenia paranoid, tidak teratur, atau katatonik.

S  Sisa Skizofrenia 

Skizofrenia sisa akan di diagnosis ketika setidaknya epsiode dari salah satu dari empat jenis skizofrenia yang lainnya telah terjadi. Tetapi skizofrenia ini tidak mempunyai satu gejala positif yang menonjol.

Penyebab Skizofrenia
Indikator premorbid (pra-sakit) pre-skizofrenia antara lain :
1.     ketidakmampuan seseorang mengekspresikan emosi: wajah dingin, jarang tersenyum, acuh tak acuh.
2.    Penyimpangan komunikasi: pasien sulit melakukan pembicaraan terarah, kadang menyimpang (tanjential) atau berputar-putar (sirkumstantial).
3.    Gangguan atensi: penderita tidak mampu memfokuskan, mempertahankan, atau memindahkan atensi.
4.    Gangguan perilaku: menjadi pemalu, tertutup, menarik diri secara sosial, tidak bisa menikmati rasa senang, menantang tanpa alasan jelas, mengganggu dan tak disiplin.

Gejala-gejala skizofrenia :
Gejala-gejala skizofrenia pada umumnya bisa dibagi menjadi dua kelas:
1.     Gejala-gejala Positif
Termasuk halusinasi, delusi, gangguan pemikiran (
kognitif). Gejala-gejala ini disebut positif karena merupakan manifestasi jelas yang dapat diamati oleh orang lain.
2.    Gejala-gejala Negatif
Gejala-gejala yang dimaksud disebut negatif karena merupakan kehilangan dari ciri khas atau fungsi normal seseorang. Termasuk kurang atau tidak mampu menampakkan/mengekspresikan emosi pada wajah dan perilaku, kurangnya dorongan untuk beraktivitas, tidak dapat menikmati kegiatan-kegiatan yang disenangi dan kurangnya kemampuan bicara (
alogia
).



Berikut adalah tanda-tanda yang menunjukkan seseorang mengalami skizofrenia :

1. Mengisolasi diri atau menarik diri dari pergaulan sosial
2. Irasional, mengatakan atau meyakini sesuatu yang aneh atau ganjil 
3. Peningkatan paranoia atau mempertanyakan motivasi orang lain 
4. Mudah emosi
5. Permusuhan atau kecurigaan
6. Peningkatan ketergantungan pada obat-obatan atau alkohol (dalam upaya untuk mengobati diri)
7. Kurangnya motivasi
8. Berbicara dengan cara yang aneh tidak seperti diri mereka sendiri
9. Sering tertawa pada waktu yang tidak tepat
10. Insomnia atau susah tidur
11. Penurunan dalam penampilan pribadi dan kebersihan

Meskipun tidak ada jaminan bahwa seseorang yang mengalami satu atau lebih gejala-gejala di atas menderita skizofrenia, sebelas tanda di atas bisa menjadi acuan untuk mengenali apakah ada gangguan yang diderita seseorang.
Meski bayi dan anak-anak kecil dapat menderita skizofrenia atau penyakit psikotik yang lainnya, keberadaan skizofrenia pada grup ini sangat sulit dibedakan dengan gangguan kejiwaan seperti autisme, sindrom Asperger atau ADHD atau gangguan perilaku dan gangguan Post Traumatic Stress Disorder. Oleh sebab itu diagnosa penyakit psikotik atau skizofrenia pada anak-anak kecil harus dilakukan dengan sangat berhati-hati oleh psikiater atau psikolog yang bersangkutan.
Pada remaja perlu diperhatikan kepribadian pra-sakit yang merupakan faktor predisposisi skizofrenia, yaitu gangguan kepribadian paranoid atau kecurigaan berlebihan, menganggap semua orang sebagai musuh. Gangguan kepribadian skizoid yaitu emosi dingin, kurang mampu bersikap hangat dan ramah pada orang lain serta selalu menyendiri. Pada gangguan skizotipal orang memiliki perilaku atau tampilan diri aneh dan ganjil, afek sempit, percaya hal-hal aneh, pikiran magis yang berpengaruh pada perilakunya, persepsi pancaindra yang tidak biasa, pikiran obsesif tak terkendali, pikiran yang samar-samar, penuh kiasan, sangat rinci dan ruwet atau stereotipik yang termanifestasi dalam pembicaraan yang aneh dan inkoheren.
Tidak semua orang yang memiliki indikator premorbid pasti berkembang menjadi skizofrenia. Banyak faktor lain yang berperan untuk munculnya gejala skizofrenia, misalnya stresor lingkungan dan faktor genetik. Sebaliknya, mereka yang normal bisa saja menderita skizofrenia jika stresor psikososial terlalu berat sehingga tak mampu mengatasi. Beberapa jenis obat-obatan terlarang seperti ganja, halusinogen atau amfetamin (ekstasi) juga dapat menimbulkan gejala-gejala psikosis.
Penderita skizofrenia memerlukan perhatian dan empati, namun keluarga perlu menghindari reaksi yang berlebihan seperti sikap terlalu mengkritik, terlalu memanjakan dan terlalu mengontrol yang justru bisa menyulitkan penyembuhan. Perawatan terpenting dalam menyembuhkan penderita skizofrenia adalah perawatan obat-obatan antipsikotik yang dikombinasikan dengan perawatan terapi psikologis.
Kesabaran dan perhatian yang tepat sangat diperlukan oleh penderita skizofrenia. Keluarga perlu mendukung serta memotivasi penderita untuk sembuh. Kisah John Nash, doktor ilmu matematika dan pemenang hadiah Nobel 1994 yang mengilhami film A Beautiful Mind, membuktikan bahwa penderita skizofrenia bisa sembuh dan tetap berprestasi.

Kasus  Dissociative  Identity  Disorder

Kim Noble






Bagi Kim Noble, 51, tubuhnya bukanlah miliknya sendiri. Segala tindakannya bukan berarti atas kemauannya. Tubuhnya adalah rumah yang harus dibagi dengan lebih dari 20 kepribadian. 

Kelainan ini mulai terasa saat usianya 5 tahun. Guru yang mengajar di kelas menegurnya karena menodai pakaiannya dengan cat warna hitam. Meski mengatakan bukan dia yang melakukannya, sang guru tak percaya karena melihat Kim melumuri bajunya dengan cat.
Ternyata, Kim mengalami sakit langka, yakni Dissociative Identity Disorder (DID) atau lebih dikenal dengan kepribadian ganda. Dengan begitu, dia dapat berpindah-pindah dari satu pribadi ke pribadi yang lain tanpa peringatan apapun.

Selama bertahun-tahun menjalani perawatan dan sempat didiagnosis skizofrenia, Kim akhirnya mengetahui tubuhnya adalah 'sarang' lebih dari 20 pribadi yang sangat beragam dan dapat muncul sewaktu-waktu.


Patricia adalah salah satu kepribadian yang paling konsisten muncul selama enam tahun terakhir. Patricia pula yang menulis buku "All of Me" berisi kisah semua kepribadiannya yang luar biasa serta kehidupan yang kacau. Patricia mengatur rumah tangga dan merawat Aimee, anaknya yang berusia 14 tahun. Ada juga Abi, pribadi yang kesepian dan putus asa mencari cinta.
 Selain Patricia dan Abi, ada Bonny, sosok ibu yang kehilangan anak; Salome, seorang  pemeluk Katolik Roma taat. Ada juga Diabalus, anak laki-laki yang hanya bisa membaca dan menulis dalam huruf latin serta Ken, pemuda usia 20-an yang mengidap depresi. 

Kendati sulit dipercaya, kasus Kim telah dipelajari dengan seksama oleh para terapis dan dokter. Mereka yakin Kim bukan seorang pengkhayal dan hanya memiliki sedikit kontrol atas kesadarannya.

Dalam keseharian, dua atau tiga kepribadian dapat mengambil alih tubuh Kim dan melakukan apa saja yang mereka inginkan. Ketika terjadi pergantian kepribadian, Kim seolah menjadi seorang yang sangat berbeda. Saat sarapan misalnya, Judy, remaja 15 tahun akan mengambil alih tubuhnya. Kerap, Judy selalu kaget dengan baju yang dikenakannya dan segera menggantinya.

"Saya bisa menghabiskan pagi hari dengan berganti baju sebanyak lima kali," ucap Kim kepada Daily Mail. Atau, bisa saja saat mengemudi ia tak malah berbelok arah atau keluar dari supermarket dengan belanjaan yang tidak diinginkan.

“Saya membuka lemari pakaian dan menemukan pakaian yang tidak saya beli atau menerima pizza yang tidak saya pesan,” katanya. Karena kepribadiannya yang lain ia kerap kehabisan uang tanpa tahu dimana ia menghabiskannya. Dia juga sering tidur dan terbangun di supermarket, di bar atau hotel tanpa tahu mengapa dirinya berada di sana.

Di balik kerumitan hidupnya Kim menemukan berkah. Dari usul sang anak Aimee yang mengajaknya melukis, Kim dan beberapa pribadinya menjadi seniman terkenal. Hingga kini, 13 kepribadiannya sudah berekspresi lewat sapuan kuas.



Sang anak, Aimee tetap tumbuh normal meski dibesarkan dalam lingkungan unik. Dia bahkan mengaku ada beberapa pribadi yang menjadi favoritnya. "Aimee tumbuh sejak masih sangat muda dengan semua kepribadian yang berbeda-beda dari ibunya. Dia telah belajar untuk menerima mereka semua seperti satu pribadi utuh," kata Kim.

Ahli setuju kepribadian ganda dipicu oleh trauma berat akibat pengalaman di masa lalu. Misalnya, Dawn muncul sebagai jeritan hati Kim yang kehilangan bayinya karena layanan sosial mengambil Aimee akibat gangguan mental Kim. Enam bulan dipisahkan, ibu dan anak ini kembali hidup bersama dengan pengawasan ketat. Masa kanak-kanak yang dihabiskan di Croydon, London Selatan dipercaya merupakan awal pengalaman tragis yang membentuk munculnya kepribadian ganda Kim.

Menurut terapis trauma, Dr Evelyn Laine, melukis dapat menguak sedikit demi sedikit kepribadian Kim. Ada beberapa pribadinya yang mengutarakan keinginan bunuh diri, namun ada juga yang menyatakan ingin bertahan.

Sementara itu, Kim mendapatkan banyak pujian dalam karyanya. “Pameran pertama kami yang diselenggarakan di gedung kesenian Hampstead sangat mengharukan. Melihat semua lukisan kami digantung membuat hati saya bergejolak,” katanya. “Saya sadar setiap kepribadian dalam diri saya berperan dalam hal ini. Ini adalah hal terbaik menuju integrasi kepribadian yang akan kami jalani,” ujarnya


Sybil Isabel Dorsett



Kasus Sybil Isabel Dorsett
Salah satu kasus paling terkenal dalam hal kepribadian ganda adalah kasus yang dialami oleh Shirley Ardell Mason. Untuk menyembunyikan identitasnya, Cornelia Wilbur, sang psikolog yang menanganinya dan menulis buku mengenainya, menggunakan nama samaran Sybil Isabel Dorsett untuk menyebut Shirley.

Dalam sesi terapi yang dilakukan oleh Cornelia, terungkap kalau Sybil memiliki 16 kepribadian yang berbeda, diantaranya adalah Clara, Helen, Marcia, Vanessa, Ruthi, Mike (Pria), Sid (Pria) dan lain-lain. Menurut Cornelia, 16 identitas yang muncul pada diri Sybil berasal dari trauma masa kecil akibat sering mengalami penyiksaan oleh ibunya.

Kisah Sybil menjadi terkenal karena pada masa itu kelainan ini masih belum dipahami sepenuhnya. Bukunya menjadi best seller pada tahun 1973 dan sebuah film dibuat mengenainya.

Namun, pada tahun-tahun berikutnya, keabsahan kelainan yang dialami Sybil mulai dipertanyakan oleh para psikolog.

Menurut Dr.Herbert Spiegel yang juga menangani Sybil, 16 identitas yang berbeda tersebut sebenarnya muncul karena teknik hipnotis yang digunakan oleh Cornelia untuk mengobatinya. Bukan hanya itu, Cornelia bahkan menggunakan Sodium Pentothal (serum kejujuran) dalam terapinya.

Dr.Spiegel percaya kalau 16 identitas tersebut diciptakan oleh Cornelia dengan menggunakan hipnotis. Ini sangat mungkin terjadi karena Sybil ternyata seorang yang sangat sugestif dan gampang dipengaruhi. Apalagi ditambah dengan obat-obatan yang jelas dapat membawa pengaruh kepada syarafnya.

Kasus ini mirip dengan penciptaan false memory dalam pengalaman 
alien abduction yang pernah saya posting sebelumnya.

Pendapat Dr.Spiegel dikonfrimasi oleh beberapa psikolog dan peneliti lainnya. 

Peter Swales
, seorang penulis yang pertama kali berhasil mengetahui kalau Sybil adalah Shirley juga setuju dengan pendapat ini. Dari hasil penyelidikan intensif yang dilakukannya, ia percaya kalau penyiksaan yang dipercaya dialami oleh Sybil sesungguhnya tidak pernah terjadi. Kemungkinan, semua ingatan mengenai penyiksaan itu (yang muncul karena sesi hipnotis) sebenarnya hanyalah ingatan yang ditanamkan oleh sang terapis, Cornelia Wilbur.

Jadi, bagi sebagian psikolog, DID tidak lain hanyalah sebuah false memory yang tercipta akibat pengaruh terapi hipnotis yang dilakukan oleh seorang psikolog. Tidak ada bukti kalau pengalaman traumatis bisa menciptakan banyak identitas baru di dalam diri seseorang.

Menurut Dr.Philip M Coons:
"Hubungan antara penyiksaan atau trauma masa kecil dengan Multiple Personality Disorder sesungguhnya tidak pernah dipercaya sebelum kasus Sybil"
Pengetahuan mengenai kepribadian ganda banyak disusun berdasarkan kasus Sybil. Jika kasus itu ternyata hanya sebuah false memory, maka runtuhlah seluruh teori dissosiasi dalam hubungannya dengan kelainan kepribadian ganda. Ini juga berarti kalau kelainan kepribadian ganda sesungguhnya tidak pernah ada.

Perdebatan ini masih terus berlanjut hingga saat ini dan saya percaya kedua pihak memiliki alasan yang sama kuat. Jika memang DID benar-benar ada dan hanya merupakan gejala psikologi biasa, mengapa masih ada hal-hal yang masih belum bisa dijelaskan oleh para psikolog?




Billy Milligan 


Lalu, misteri lainnya adalah yang menyangkut kasus Billy Milligan yang dianggap sebagai kasus DID yang paling menarik. Kisah hidupnya pernah dituangkan ke dalam sebuah buku berjudul "24 wajah Billy".

Billy adalah seorang mahasiswa yang dihukum karena memperkosa beberapa wanita. Dalam sesi pemeriksaan kejiwaan, ditemukan 24 identitas berbeda dalam dirinya.

Identitas yang mengaku bertanggung jawab atas tindakan pemerkosaan itu adalah seorang wanita. Identitas lain bernama Arthur yang merupakan orang Inggris dan memiliki pengetahuan luas.

Dalam interogasi, Arthur ternyata bisa mengungkapkan keahliannya dalam hal medis, padahal Billy tidak pernah mempelajari soal-soal medis. Menariknya, Arthur ternyata lancar berbahasa Arab. Bahasa ini juga tidak pernah dipelajari oleh Billy. Identitas lain bernama Ragen bisa berbicara dalam bahasa Serbia Kroasia. Billy juga tidak pernah mempelajari bahasa ini.

Bagaimana Billy bisa berbicara dalam semua bahasa itu jika ia tidak pernah mempelajarinya?

Misteri ini belum terpecahkan hingga hari ini.

Kecuali tentu saja kalau kita menganggap Billy hanya mengalami kasus kerasukan setan dan tidak menderita DID.



Dissociative Identity Disorder 

(DID)

Apa itu Dissociative Identity Disorder  ?

Sebelum abad ke-20, gejala psikologi ini selalu dikaitkan dengan kerasukan setan . Namun, para psikolog abad ke-20 yang menolak kaitan itu menyebut fenomena ini dengan sebutan Multiple Personality Disorder (MPD). Berikutnya, ketika nama itu dirasa tidak lagi sesuai, gejala ini diberi nama baru, Dissociative Identity Disorder (DID).
DID atau kepribadian ganda dapat didefinisikan sebagai kelainan mental dimana seseorang yang mengidapnya akan menunjukkan adanya dua atau lebih kepribadian (alter) yang masing-masing memiliki nama dan karakter yang berbeda.
ketika penderita menunjukkan dua atau lebih kepribadian pada dirinya. Istilah lain dari penyakit kejiwaan ini adalah alter ego. Secara harfiah, alter berarti ’lain’ dan ego adalah ‘aku’. Jadi, alter ego kurang lebih berarti ‘aku yang lain.’
Sesungguhnya, penderita kepribadian ganda sebenarnya hanya memiliki satu kepribadian. Namun, kepribadian tunggal tersebut terpecah. Masing-masing dari kepribadian yang terbagi itu memiliki nama dan karakter yang berlainan. Bahkan, dalam beberapa kasus, kewarganegaraan, agama, serta jenis kelamin mereka pun berbeda.
Pada suatu waktu, seolah ada ‘orang lain’ yang mengambil alih kendali atas tubuh dan pikiran penderita kepribadian ganda

Walaupun penyebabnya tidak bisa dipastikan, namun rata-rata para psikolog sepakat kalau penyebab kelainan ini pada umumnya adalah karena trauma masa kecil.

Untuk memahami bagaimana banyak identitas bisa terbentuk di dalam diri seseorang, maka terlebih dahulu kita harus memahami arti dari Dissociative (disosiasi).



Disosiasi
Pernahkah kalian mendapatkan pengalaman seperti ini: 
Ketika sedang bertanya mengenai sesuatu hal kepada sahabat kalian, kalian malah mendapatkan jawaban yang tidak berhubungan sama sekali.

Jika pernah, maka saya yakin, ketika mendapatkan jawaban itu, kalian akan berkata "Nggak nyambung!".

Disosiasi secara sederhana dapat diartikan sebagai terputusnya hubungan antara pikiran, perasaan, tindakan dan rasa seseorang dengan kesadaran atau situasi yang sedang berlangsung.

Dalam kasus
DID, juga terjadi disosiasi, namun jauh lebih rumit dibanding sekedar "nggak nyambung".

Proses terbentuknya kepribadian ganda

Ketika kita dewasa, kita memiliki karakter dan kepribadian yang cukup kuat dalam menghadapi masalah-masalah kehidupan. Namun, pada anak yang masih berusia di bawah tujuh tahun, kekuatan itu belum muncul sehingga mereka akan mencari cara lain untuk bertahan terhadap sebuah pengalaman traumatis, yaitu dengan Disosiasi.

Dengan menggunakan cara ini, seorang anak dapat membuat pikiran sadarnya terlepas dari pengalaman mengerikan yang menimpanya.

Menurut Colin Ross yang menulis buku The Osiris Complex (1995), proses disosiasi pada anak yang mengarah kepada kelainan DID terdiri dari dua proses psikologis. Kita akan mengambil contoh pelecehan seksual yang dialami oleh seorang anak perempuan.

Proses Pertama: anak perempuan yang berulang-ulang mengalami penganiayaan seksual akan berusaha menyangkal pengalaman ini di dalam pikirannya supaya bisa terbebas dari rasa sakit yang luar biasa. Ia bisa mengalami "out of body experience" yang membuat ia "terlepas" dari tubuhnya dan dari pengalaman traumatis yang sedang berlangsung. Ia mungkin bisa merasakan rohnya melayang hingga ke langit-langit dan membayangkan dirinya sedang melihat kepada anak perempuan lain yang sedang mengalami pelecehan seksual. Dengan kata lain, identitas baru yang berbeda telah muncul.

Proses Kedua, sebuah penghalang memori kemudian dibangun antara anak perempuan itu dengan identitas baru yang telah diciptakan.

Sekarang, sebuah kesadaran baru telah terbentuk. Pelecehan seksual tersebut tidak pernah terjadi padanya dan ia tidak bisa mengingat apapun mengenainya.

Apabila pelecehan seksual terus berlanjut, maka proses ini akan terus berulang sehingga ia akan kembali menciptakan banyak identitas baru untuk mengatasinya. Ketika kebiasaan disosiasi ini telah mendarah daging, sang anak juga akan menciptakan identitas baru untuk hal-hal yang tidak berhubungan dengan pengalaman traumatis seperti pergi ke sekolah atau bermain bersama teman.

Menurut psikolog, jumlah identitas berbeda ini bisa lebih banyak pada beberapa kasus, bahkan hingga mencapai 100. Masing-masing identitas itu memiliki nama, umur, jenis kelamin, ras, gaya, cara berbicara dan karakter yang berbeda.

Setiap karakter ini bisa mengambil alih pikiran sang penderita hanya dalam tempo beberapa detik. Proses pengambilalihan ini disebut 
switching dan biasanya dipicu oleh kondisi stres.

Ciri-ciri pengidap kepribadian ganda :

Ketika membaca paragraf-paragraf di atas, mungkin kalian segera teringat dengan salah seorang teman sekolah kalian yang suka mengubah-ubah penampilannya. Bagi kalian, sepertinya ia memiliki identitas yang berbeda.

Atau mungkin kalian teringat dengan salah seorang teman kalian yang biasa tersenyum, namun secara tiba-tiba bisa dikuasai oleh emosi. Ketika amarahnya meledak, kalian bisa melihat wajahnya tiba-tiba berubah menjadi seperti "serigala". Bagi kalian, sepertinya identitas baru yang penuh amarah telah menguasainya.

Apakah mereka pengidap DID?

Bagaimana cara kita mengetahuinya?

Jawabannya adalah
 pada identitas yang menyertai perubahan penampilan atau emosi tersebut.

Ciri-ciri tersebut adalah:
  1. Harus ada dua atau lebih identitas atau kesadaran yang berbeda di dalam diri orang tersebut.
  2. Kepribadian-kepribadian ini secara berulang mengambil alih perilaku orang tersebut (Switching).
  3. Ada ketidakmampuan untuk mengingat informasi penting yang berkenaan dengan dirinya yang terlalu luar biasa untuk dianggap hanya sebagai lupa biasa.
  4. Gangguan-gangguan yang terjadi ini tidak terjadi karena efek psikologis dari substansi seperti alkohol atau obat-obatan atau karena kondisi medis seperti demam.
Dari empat poin ini, poin nomor 3 memegang peranan sangat penting.

98 persen mereka yang mengidap DID mengalami amnesia ketika sebuah identitas muncul (switching)
. Ketika kepribadian utama berhasil mengambil alih kembali, ia tidak bisa mengingat apa yang telah terjadi ketika identitas sebelumnya berkuasa.

Walaupun sebagian besar psikolog telah mengakui adanya kelainan kepribadian ganda ini, namun sebagian lainnya menolak mengakui keberadaannya.




Rabu, 05 Juni 2013


CARA MENGATASI SELF ABUSE



Bagaimana self harm itu bisa membantu ?

©      Mengekspresikan emosi yang nggak bisa diungkapin dengan kata-kata.
©      Mentransfer rasa sakit dan tertekan dari dalam.
©      Membantu agar tetap memegang kendali.
©      Mengalihkan perhatian dari emosi berlebihan dan dari kenyataan pahit.
©      Sebagai ungkapan rasa bersalah dan menghukum diri sendiri.
©      Membuat merasa hidup, seenggaknya masih bisa merasakan sesuatu, daripada mati rasa.

Setelah memahami penyebab self harm, diharapkan mereka bisa mencari solusi yang lebih baik untuk mengatasi permasalahan yang mereka alami.
Perlu kalian ketahui ,self harm ini bisa menyebabkan candu .
Bagaimana menghentikan tindakan melukai diri?
Syaratnya cuma satu, sih sebenarnya. Yaitu mau terbuka untuk membicarakan perasaan ke orang yang bisa dipercaya.
Yang dimaksud dengan orang yang bisa dipercaya adalah orang yang bisa menjaga rahasia.
Karena bagi kebanyakan orang, self abuse itu aneh, nggak normal, sarap, alay, dll. Jadi harus bisa bicara sama orang yang benar-benar bisa memahami dan mengerti kalau masalah self harm ini harus dirahasiain.
Sebaiknya pilih orang dewasa yang bisa bersikap objektif. Orang dewasa yang cukup dekat, misal guru, atau psikolog. Kalau bicara sama orangtua pasti susah, karena mereka pasti bakal marah-marah, ya, kan?
Bisa juga curhat sama sahabat, asalkan mereka bisa memahami dan bisa membantu ngurangin rasa tertekan dan kesepian itu.
Setelah menemukan orang yang bisa diajak bicara, maka bicarakan semua yang ada dalam hati dan pikiran. Keluarkan semua unek-unek, keluhan, dan apapun yang membuat emosi.
Bicara jujur dan apa adanya, bukannya dari awal sudah percaya sama orang itu? Jadi harus total.
Setelah itu ditelaah lagi, apa, sih penyebab perilaku self abuse itu?
Apa karena masalah keluarga? Atau karena di bully di sekolah, atau permasalahan lainnya, misal kesepian, merasa bersalah atau berdosa, dll.
Kemudian dicari solusinya, enaknya untuk menyalurkanemosi ..
Pahami dulu emosi yang muncul dan sikap yang akan menyalurkan emosi itu. Misalkan, emosi itu memicu untuk menyayat kulit, maka sebagai gantinya lebih baik lakuin hal-hal berikut ini :
®    Menyayat diri untuk mengungkapkan emosi yang menyakitkan :
S  Melukis, menggambar atau hanya mencoret-coret di kertas besar dengan tinta atau cat merah.
S   Ungkapkan perasaan di buku harian (Diary).
S   Tulis segala perasaan negatif di sebuah kertas lalu robek-robek.
S  Buat sebuah puisi atau lirik lagu sesuai perasaan yang dirasain.
S  Dengerin lagu yang sesuai dengan perasaan saat itu.

®    Melukai untuk menenangkan diri :
S  Mandi dengan air hangat.
S  Memeluk atau berinteraksi dengan hewan peliharaan
S  Bungkus diri dalam selimut hangat.
S  Memijat tengkuk/leher, tangan dan kaki.
S  Mendengarkan musik tenang dan lembut.

®    Menyayat diri karena merasa sendirian dan mati rasa :
S  Telepon teman (nggak perlu bahas tentang self harm. Cukup ngobrol aja yang santai)
S  Mandi pakai air dingin.
S   Tahan sebongkah es batu di lekukan lengan atau di belakang lutut
S   Kunyah sesuatu dengan rasa yang kuat, misal cabe, permen mint, dll
S   Online ke jejaring sosial dan chatting.

®    Melukai untuk melepaskan kemarahan :
S  Berolahraga dengan kekuatan penuh, misal lari, lompat tali, atau memukul samsak
S  Pukul bantal, atau kasur atau berteriak di bantal.
S   Remas bola karet atau lilin (play-doh, ex).
S   Robek sesuatu, misal, kertas, majalah
S  Bikin suara bising, entah mainin alat musik seheboh-hebohnya, mukul-mukul panci atau apapun yang bikin berisik.

Kurang lebih cara-cara itu bisa mengurangi keinginan buat menyayat kulit. Kalau misal masih nggak mempan juga, ya mau nggak mau harus ketemu psikolog dan menjalani terapi.